Acapella Mataraman
![]()
Acapella Mataraman adalah karya musik yang mengolah berbagai kemungkinan suara yang di hasilkan oleh mulut, dengan mengangkat spirit musik tradisi nusantara yang dikemas menjadi musik yang unik dinamis dan kreatif. Pemahaman kata Acapella mengacu pada bentuk permainan musik atau nyanyian tanpa instrumen. Sedangkan kata Mataraman selain sebagai wujud identitas baru atas interpretasi acapella itu sendiri (me-lokal-kan), juga merujuk pada permainan komedi gaya dagelan mataraman yang melahirkan humor-humor segar yang dikenal dengan guyon maton parikeno. Kekuatan logika bunyi dengan lirik nakal namun cerdas inilah yang menjadi daya tarik utama Acapella Mataraman dan kekuatan logika bunyi versi Pardiman ini selalu hadir dengan segar dan apresiatif, walaupun tak ada niat sama sekali untuk ikut menjajah lahan produktif para komedian, sebab Acapella Mataraman adalah musik, bukan lawak ataupun dagelan. Jika toh lucu itu efek dari kecerdasan Acapella Mataraman dalam bermusik.
![]()
Acapella Mataraman is a music work which produces any voices through mouth, by carrying the spirit of local music tradition, which is designed to unique, dynamic, and creative music. The understanding of Acapella refers to music or song without any music instruments. While the word Mataraman refers to a new identity of the interpretation of acapella, and it also means dagelan mataraman comedy which creates fresh humors known as guyon maton parikeno. The logical strength of sounds with sly but smart lyrics are the main attraction of Acapella Mataraman and the logical strength of sounds of Pardiman version are always present with fresh and appreciative appeal, though there is no intention to occupy the productive field of the comedians, because Acapella Mataraman is music, not a comedy show. After all, if you find it funny, it is because the effect of the ingenuity of the Acapella Mataraman in bringing the music.
PARA AKTOR CANGKEM

Soimah Pancawati, Teresia Wulandari, Kumala Raras, Siti Marfuah, Catur Kuncoro, Sandyo Malakeano, Warjiyo, Maryono, Doyok Kadipiro, Budi Pramono, Sutarya, Pardiman Djoyonegoro

Eny Lestari, Lana Daruningtyas, Kumala Wardhani, Dilania Sudiyatmala, Arya Wira Dani, Fajar Sri Sadana, Eko Purnomo, Rico Andri Atmoko, Areksa Wono Setya Pangaribowo, Panji Ndaru Tutuko, Surya Aji Tutuko, Ino Widiatmoko, Shandro Wisnu Aji.
![]()
Masa muda harus di isi dengan kegiatan yang positif selain belajar tentang kemandirian juga belajar menghormati diri sendiri dan orang lain, belajar berkomunikasi dengan diri sendiri dan orang lain,…inilah yang dilakukan beberapa kumpulan pelajar dan mahasiswa dari Sleman, Yogya, dan Bantul yang tergabung dalam kelompok Acapella Mataraman yang dikomandani oleh Pardiman Djoyonegoro. Mereka adalah Arya Dani Setiawan (S1 Karawitan ISI Yogyakarta), Eko Purwanto (SMK Muhammadiyah Bantul), Ino Widiatmoko (SMP N 3 Bantul), Rico Andri Atmoko (SMA Muh I Bantul), Sandro Wisnu Aji Seputra (SMA N 3 Bantul), Panji Daru Tutuka (Mahasiswa IPA Universitas Ahmad Dahlan), Surya Aji Tutuka (IPA UGM Yogyakarta), Fajar Sri Sadana (S1 Karawitan ISI Yogyakarta), Areksa Wano Setya Pangaribowo, F. Lana Daruningtyas (SMA 6 Yogyakarta), MM. Kumala Wardani (alumnus Sanata Dharma Yogyakarta Prog. Management), Dilania Sudiyatmala (SMP N 2 Bantul), Eny Lestari (S1 Karawitan ISI Yogyakarta), Didik Maryono, Sandyo Malakaeano, Doyok Kadipiro, Teresia Wulandari, Catur Kuncoro,Visual Art Henryawan Altianto, Lighting Lintang Raditya, Kontributor Art: Purwanto Oli, Sound Engineer: Ambrosius Dian, Komposer : Pardiman Djoyonegoro
Beberapa waktu lalu telah sukses menggelar tour Trah Cangkem Tepung Dunung di beberapa kota, yaitu Yogyakarta (Jagongan Wagen di Yayasan Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo), Surabaya (G-Walk Festival) dan di Jakarta (HUT Aliansi Jurnalis Independent AJI ). Pada tanggal 27 Agustus lalu Acapella Mataraman berkolaborasi dengan penyanyi opera dari Perancis Marie-Laure Frinzi di LIP Lembaga Indonesia Perancis. Pada saat ini mereka tengah mempersiapkan diri untuk konser pada 12 maret 2010 mendatang. Sekarang sedang giat berlatih di Studio Omah Cangkem, Karangjati, Bangunjiwa, Kasihan, Bantul.
Selain latihan acapella juga sering mengadakan kegiatan olah vokal di pantai maupun di gunung, diskusi kebudayaan, riset, kunjungan di beberapa situs kebudayaan, dll. Jadi selain ber-acapella juga belajar yang lain salah satunya memahami diri sendiri dan mengerti orang lain. “…….Mereka kan masih muda semua…jadi kegembiraan selama proses harus di utamakan, selain itu mereka harus mendapat sesuatu, salah satunya adalah pengalaman estetik,” kata Pardiman Djoyonegoro instruktur cangkem dan pendiri Acapella Mataraman.
Repertoar baru hasil Kolaborasi Marie Laura Frinzi dan Acapella Mataraman di antaranya :
- Une Chanson Douce
- Jame Cea Keam
- Marie Laura Frinzi dan Pardiman Djoyonegoro
- Toun Mhein Chouh
- Woter Castel
- Opera The Wangsalan
- La Javanaeshe
![]()
THE SPOKEN ACTORS
The youth should be filled with positive actions. Besides learning to be independent, we should also learn how to respect ourselves and others, learn how to communicate with ourselves and others,…This is what the students and college students from Sleman, Yogya, and Bantul do in Acapella Mataraman led by Pardiman Djoyonegoro. They are Arya Dani Setiawan (S1 Karawitan ISI Yogyakarta), Eko Purwanto (SMK Muhammadiyah Bantul), Ino Widiatmoko (SMP N 3 Bantul), Rico Andri Atmoko (SMA Muh I Bantul), Sandro Wisnu Aji Seputra (SMA N 3 Bantul), Panji Daru Tutuka (Mahasiswa IPA Universitas Ahmad Dahlan), Surya Aji Tutuka (IPA UGM Yogyakarta), Fajar Sri Sadana (S1 Karawitan ISI Yogyakarta), Areksa Wano Setya Pangaribowo, F. Lana Daruningtyas (SMA 6 Yogyakarta), MM. Kumala Wardani (alumnus Sanata Dharma Yogyakarta Prog. Management), Dilania Sudiyatmala (SMP N 2 Bantul), Eny Lestari (S1 Karawitan ISI Yogyakarta), Didik Maryono, Sandyo Malakaeano, Doyok Kadipiro, Teresia Wulandari, Catur Kuncoro,Visual Art: Henryawan Altianto, Lighting: Lintang Raditya, Art Contributor: Purwanto Oli, Sound Engineer: Ambrosius Dian, Composer: Pardiman Djoyonegoro.
They just succeeded the Trah Cangkem Tepung Dunung tour in several cities, like Yogyakarta (Jagongan Wagen in Yayasan Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo), Surabaya (G-Walk Festival) and in Jakarta (Independence Journalist Alliance Anniversary). On August 27 last year, Acapella Mataraman has collaborated with French-based opera singer Marie-Laure Frinzi in LIP (Indonesia France Institute). Now they are preparing for the next concert on March 12 2010. Now they actively rehearse in Omah Cangkem Studio, Karangjati, Bangunjiwa, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.
Besides rehearsing routinely, Acapella Mataraman also oftenly held vocal rehearsal on the beach or mountain, cultural discussion, research, trip to several cultural site, and so on. So besides doing the acapella stuff they can learn other things such as understanding her/himself and others. “They are still young, so happiness during the process should be preferred, besides that they should get something, one of a good example is aesthetic experience,” said Pardiman Djoyonegoro as mouth instructor and founder of Acapella Mataraman.
The new repertoire of the collaboration between Marie Laura Frinzi and Acapella Mataraman are:
- Une Chanson Douce
- Jame Cea Keam
- Marie Laura Frinzi dan Pardiman Djoyonegoro
- Toun Mhein Chouh
- Woter Castel
- Opera The Wangsalan
- La Javanaeshe